30 September 2009

Sadarkah Kita?

Begitu bencana melanda kita, dalam sekejap hitungan menit bahkan detik, negeri ini bisa hancur, luluh lantak. Bagi yang tidak mempunyai keimanan yang kuat akan kekuasaan Alloh yang maha perkuasa, maka bencana sering kita anggap sebagai malapteka, akibat kemurkaan Alloh yang mungkin tidak sayang lagi dengan mahluknya. Kami yakin, dibalik keperkasaan Alloh ada rasa sayang yang begitu besar yang mungkin kita tidak mampu "membaca" nya. Bagi Alloh, tidak ada yang sulit untuk menghancurkan alam semesta ini. Namun, tidak untuk saat ini, karena Alloh masih sayang dengan kita.
Sadarkah kita..... apa yang selama ini kita lakukan dalam mengarungi kehidupan ini? Ridlokah Alloh atau tidak?
Bagi yang terlalu mengagungkan kemewahan dunia, harapan keridloan Alloh mungkin sering terabaikan.
Sadarkah kita?....
Kami berharap saudara-saudaraku yang terkena musibah dapat menghadapi dengan sabar, kami yakin semua ada hikmahnya. Paling tidak, semakin kuat keimanan kita akan kekuasaan Alloh. Innalloha 'alaa kulli syaiin qodiir.

03 Juni 2009

SELAMAT ULANG TAHUN IAKMI CABANG HSS YANG KE-3



Dalam usianya yang ketiga, IAKMI Cabang Hulu Sungai Selatan (HSS) propinsi Kalsel telah melakukan berbagai kegiatan antara lain: bakti sosial, seminar kesehatan, advokasi, pengajian agama, buka bersama, penyuluhan kesehatan, sunatan masal, kunjungan anjangsana ke kabupaten lain, dan lain-lain. Diakui oleh Sekjen IAKMI pusat Bpk. Sahrul Aminullah, kegiatan IAKMI HSS lebih banyak dibandingkan kegiatan IAKMI pusat. ngecap nich ye....
Hari ulang tahun yang ketiga ini dirangkai dengan kegiatan seminar dan musyawarah cabang (MUSCAB) suksesi kepemimpinan IAKMI HSS masa bakti 2009-2012. Dalam muscab diputuskan untuk kepemimpinan IAKMI cabang HSS masih dilanjutkan dengan ketua periode 2006-2009, yakni Bapak Yulianto Kusuma Nugroho,M.Kes. LANJUTKAN!!!....
Adapun tema seminar kali ini mengangkat "Mewujudkan Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat" Narasumber dalam seminar tersebut yakni Sekjen IAKMI Pusat Bapak Sahrul Aminullah dengan makalah, pertama, Peran IAKMI dan Orgnisasi Profesi dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Hidup Sehat. Yang kedua, tentang Aplikasi Deklarasi Istambul Turki International Public Health Association, tentang isu-isu masalah kesehatan masyarakat internasional. Pembicara yang kedua yakni Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Drg. H. Garsmedi, M.Kes. dengan santun menyampaikan materi Kebijakan Pemerintah Membangun Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat dalam RPJMD dan Sistem Kesehatan Daerah (SKD). Menurut Drg. Garsmedi, M.Kes kebijakan pembangunan di bidang kesehatan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten HSS adalah: Implementasi kepemerintahan yang baik (good governance); Peningkatan kualitas pelayanan publik; dan Peningkatan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan.
Agenda dan program pembangunan kesehatan RPJMD, yakni: peningkatan profesionalisme SDM; peningkatan transparansi dan akuntabilitas; peningkatan implementasi pelayanan prima, dan peningkatan prasarana aparatur; peningkatan jangkauan dan jumlah fasilitas kesehatan dasar dan rujukan; pemantapan promosi dan jaminan kesehatan masyarakat; dan kesehatan lingkungan. Kebijakan dan agenda program tersebut dilandasi karena beberapa masalah kesehatan, yakni pelayanan kesehatan belum terjangkau secara optimal, pelayanan kesehatan belum bermutu, pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan masih rendah, serta masih rendahnya kualitas SDM kesehatan.
Kesimpulan terakhir sekaligus harapan kita semua untuk IAKMI cabang HSS adalah "LANJUTKAN!!!...." peranmu dalam proses pembangunan kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan!!!...

25 Januari 2009

Haaa.... Hipertensi?

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2007, sepuluh peringkat terbaik dan peringkat terburuk jumlah penderita Hipertensi melalui pengukuran tekanan darah pada usia 18 tahun ke atas di seluruh kabupaten di Indonesia adalah sebagai berikut:


Terbaik: 1.Jayawijaya (6,76%);2.Teluk Wondama (9,38%);3.Bengkulu Selatan (11%); Kepulauan Mentawai (11,11%);5.Tolikara (12,45%);6.Yahukimo (13,64%);7.Pegunungan Bintang (13,94%);8.Seluma (14,56%);9. Sarmi (14,58%);10.Tulang Bawang (15,86%)

Terburuk: 1.Natuna (53,29); 2.Mamasa (50,56%);3.Katingan (49,55%); 4.Wonogiri (49,48%);5.Hulu Sungai Selatan (48,23%);6.Rokan Hilir (47,74%);7.Kuantan Singingi (46,29%);8.Bener Meriah (46,09%);9.Tapin (45,96%);10.Kota Salatiga (45,19%).

Menyikapi permasalahan tingginya persentase hipertensi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, para pejabat eselon III lingkungan Dinas Kesehatan yang baru dilantik beberapa waktu yang lalu, telah berkomitmen untuk menggarap pencegahan dan penanggulangan penyakit hipertensi ini secara komprehensif, saling kerja sama lintas program (team work), yang  melibatkan pengelola program: promosi kesehatan, pengelola gizi, penanggulangan penyakit tidak menular, dan pelayanan pengobatan rasional. Itulah tekad mereka yang disampaikan saat menghadiri Lokakarya Mini di Puskesmas Bajayau Kecamatan Daha Barat.
 

Dua Kenikmatan yang Membuat Manusia Lupa

Dari Ibnu Abbas R.A. ia berkata: Nabi SAW bersabda: " Ada dua nikmat yang sering kebanyakan manusia tertipu oleh dua nikmat tersebut (sering melupakannya), yaitu nikmat sewaktu SEHAT dan nikmat sewaktu SENANG (lapang)".
Kesehatan memang bukan segalanya, tetapi tanpa kesehatan dunia ini tidak ada artinya. Kesehatan merupakan investasi, sering manusia tidak menyadari mahalnya kesehatan di saat mereka sehat, tetapi akan baru akan merasakan, bagitu mahalnya kesehatan. Banyak orang terbaring di rumah sakit, yang tiada daya dan upaya. Seolah harta dan jabatan yang dimiliki tidak ada artinya.
Untuk itu, sikap kita adalah, "Menjaga Kesehatan di saat Masih Sehat", bukankah pencegahan lebih murah dari pengobatan?

Kaya Bersyukur atau Miskin Sabar?

"Dunia Itu Penjara Bagi Orang Mukmin dan Surga Bagi Orang Kafir? dan Dunia hanyalah kesenangan yang Melalaikan?"
Benarkah  faham yang demikian itu? Setidaknya faham itulah yang disebarluaskan pada zaman penjajahan Belanda, saat itu sengaja disebarluaskan hadis atau ayat al-Qur'an yang memperlemah semangat umat Islam untuk memperoleh kemajuan. Tetapi apakah memang demikian merupakan gambaran kehidupan para Sufi? di bawah ini ada sebuah kisah sufi yang cukup menarik untuk disimak. Ada dua orang sufi besar, Ibrahim Ibn Adham dan muridnya Syaqiq al-Balkhi. Konon, Syaqiq al-Balkhi dulunya adalah seorang pangeran sekaligus pengusaha dari daerah Balkh, Asia Tengah. Tapi karena mendapat pencerahan tasawuf, ia memilih cara hidup sufi, dan meninggalakan kegiatan usahanya. Dalam kesufiannya, ia masih sering diganggu oleh pikiran, dari mana rezeki saya? Ketika mereka berdua berjalan-jalan, mereka melihat seekor burung menggelepar-gelepar di tanah karena patah sayapnya. Mereka mengira bahwa sebentar lagi akan mati, karena sakit dan tak mampu mencari makanan. Tiba-tiba datang seekor burung lain membesuknya, membawa makanan dan melolohkannya ke paruh burung yang patah sayapnya. Melihat kejadian itu, Syaqiq al-Balkhi merenung dan mengucap: "Astaghfirullah, kalau burung saja dijamin rezekinya oleh Alloh, apalagi saya. Ini bentuk tawakkal kepada Alloh. Mengapa saya harus resah tentang rezeki"? Tetapi Ibrahim Ibn Adham, gurunya, malah menegurnya: "Aneh kamu ini, kenapa kamu hanya melihat burung yang patah sayapnya dan tidak berdaya itu. Mestinya kamu melihat dan belajar dari burung yang sehat itu. Yang dengan kesehatannya, mampu mencari nafkah untuk dirinya, tetapi juga mampu membantu burung lain yang membutuhkan bantuannnya".
Kira-kira sang Guru ingin mengatakan, lebih baik kamu kembali menjadi pengusaha, bekerja keras mencari karunia/ rezeki Allaoh di muka bumi ini, untuk membantu para dhu'afa dan mustad'afin (orang lemah). Bukankah menjalani hidup sufi tidak harus menjadi orang miskin.
Sikap seperti ini kiranya sangat relevan dengan situasi sekarang ini, banyak orang muslimin yang banyak tertinggal dalam bidang kesejahteraan. Memujikan sifat sabar , menanggung kemiskinan dalam situasi sekarang kirang tidak tepat lagi. Sebaliknya, mendorong kaum muslimin untuk mengejar dan mencari karunia Alloh, kemudian mensyukurinya dan menggunakannya untuk mengembangkan kesejahteraan bersama, kiranya lebih tepat. Lalu pertanyaannya mana yang lebih baik: orang kaya yang bersyukur dan membantu kepentingan orang banyak, atau orang miskin yang sabar dengan kemiskinannya?

24 Desember 2008

Saatnya Berbusana Muslim

Sudah saatnya, kita lindungi diri dengan busana muslim. Pornografi dan pornoaksi mengancam kita...

Nelayan Negara



Perjuangan berat Nelayan Negara (ibu kota kec. Daha Utara Kab. Hulu Sungai Selatan) untuk menghidupi keluarganya.

Rokok?, hiii... ngeriii.....

Wisata Kesehatan Air Panas Tanuhi



Air Panas Tanuhi, sebuah tempat di kaki Pegunungan Meratus sangat cocok bagi Anda yang ingin melepaskan kepenatan setelah 1 minggu beraktivitas. Sumber air panas alami, sangat baik untuk kesehatan tubuh Anda, sekaligus untuk refreshing jiwa Anda. Lokasi berada di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kurang lebih 30 km dari ota Kandangan atau kurang lebih 150 Km dari bandara Syamsudin Noor dapat ditempuh kira-kira 3 jam perjalanan darat, jalan aspal hotmix.




Fasilitas lumayan lengkap, antara lain tersedia wisma penginapan, aula pertemuan, ruang ganti pakaian, tempat bilas, warung makanan, dan lain-lain. yang menarik lagi, harga tiket masuk sangat murah. Asyik kan...

23 Desember 2008

HSS Dapat 1 Milyar dari Menkes


Penghujung tahun 2008 ini, menjadi bulan kebanggaan bagi Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang sudah berusia 58 tahun dan merupakan kabupaten tertua di banua enam (KALSEL). Penghargaan dari Menkes berupa bonus 1 milyar, sebagai penghargaan kabupaten di luar jawa yang semua desa dan kelurahan siaga. Disamping itu ibu Menkes juga memberi penghargaan Manggala Bhakti Husada Arutala tahun 2008. Tahun sebelumnya juga mendapat penghargaan Ksatria Bhakti Husada Arutala tahun 2007 untuk Bupati HSS Dr.H.M. Syafi'i.

Prestasi ini tidak diperoleh begitu saja, namun memerlukan kerja keras dari beberapa pihak, termasuk Dinas Kesehatan beserta jajarannya. Usaha ini tidak lepas dari peran serta masyarakat Kabupaten HSS yang secara sukarela mengorbankan waktu dan tenaganya untuk mengembangkan Desa Siaga di desa/kelurahan.kelurahannya masing-masing. Dikabupaten HSS terdiri dari 144 desa dan 4 kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan.
Selain penghargaan di bidang kesehatan, Kabupaten HSS juga mendapat penghargaan dari presiden SBY, yakni penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Penghargaan di bidang pertanian lainnya yakni dari Menteri Pertanian atas prestasi Desa Telaga Langsat sebagai kelompok tani berprestasi bidang pembangunan pertanian. Juga penghargaan dari Gubernur Kalsel atas peningkatan produksi padi. Dengan demikian Pemkab HSS semakin kuat menuju HSS yang Agropolitan sesuai visi Kabupaten HSS 2009-2013.

Hulu Sungai Selatan Adakan Lelang Terpadu


Untuk mengurangi praktek KKN pengadaan barang/ jasa di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada tahun 2007 tepatnya bulan 18 Maret 2007 mengadakan pembukaan penawaran terpadu semua SKPD lingkup pemkab HSS, yang merupakan rangkaian kegiatan pelelangan terpadu. Mulai pengumuman sampai dengan pembukaan penawaran dilaksanakan secara terpadu untuk paket pekerjaan di atas 100 juta, termasuk yang diatas 1 milyar. Proses lelang terpadu ini dimotori oleh asisten 2 Sekretariat Pemkab HSS, dengan dibantu oleh tim teknis pembina jasa konstruksi yang terdiri dari beberapa karyawan dari berbagai SKPD. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan sukses. Pertanyaannya, apakah metode ini benar-benar bisa menghemat anggaran negara? ini perlu penelitian sendiri. Meskipun langkah pemkab HSS ini belum terbukti efektif dan efisien dalam mencegah tindak pidana KKN, direncanakan tahun anggaran 2009 akan dilaksanakan kembali lelang terpadu, yang Insya Alloh akan dilaksanakan pembukaan penawarannya pada awal Maret 2009.
Bagaimana dengan lelang melalui elektronik atau e-procurenment di HSS? Pemkab HSS akan merencanakan ini di tahun 2010. Kajian lelang elektronik akan dikaji tahun 2009. Kita berdoa mudah-mudahan lelang terpadu ataukah e-procurenment bisa membawa dampak manfaat bagi sebesar-besarnya untuk rakyat. Amin


16 Oktober 2008

Sistem Informasi Bukan Sekedar Komputerisasi

Kami mengamati pengembangan sistem informasi yang dilakukan di suatu unit, sering hanya terfokus pada pemenuhan peralatan komputer (hardware), atau orang sering bilang komputerisasi. Bila ini yang terjadi siap-siap perlatan tersebut yang tidak murah harganya akan menjadi barang museum, artinya sistem mandeg, tidak jalan. Ada 3 aspek yang sangat menentukan keberhasilan pengembangan sistem informasi, pertama aspek manusia (human), kedua, aspek organisasi (organization), dan ketiga aspek teknologi (technology), ketiga aspek ini harus terjadi kesesuaian (fit).

Aspek manusia, aspek ini sangat vital kedudukannya dalam menentukan keberhasilan pengembangan sistem. Pengguna (user) harus dilibatkan mulai tahap awal dalam pengembangan misalnya dalam identifikasi masalah sistem yang lama, identifkasi kebutuhan sistem baru, pelatihan, evaluasi sistem. Faktor kebiasaan atau budaya calon pengguna sistem juga harus dicermati, hal ini untuk mengurangi terjadinya penolakan sistem baru (reject). Perasaan lebih nyaman dan mudah dengan sistem yang lama juga bisa terjadi.

Aspek organisasi, ini juga tidak kalah penting dari aspek manusia, karena pelaku organisasi adalah sebenarnya manusia itu sendiri. Organisasi harus mempunyai komitmen ingin adanya perubahan, pelayanan terintegrasi, kerja yang efisien, cepat, dan akurat. Kebijakan organisasi bisa berupa kesepakatan tertulis pemanfaatan sistem, prosedur tetap pemanfaatan sistem, perumusan sistem penghargaan (reward) bagi tim pengelola sistem informasi, jadual pembinaan secara rutin kepada tim. Sering suatu unit kerja mengabaikan hal-hal ini, sehingga sistem berjalan tersendat.

Aspek teknologi, ini sering dianggap sebagai hal yang utama dalam pengembangan sistem informasi. Peralatan sistem informasi bisa berupa komputer beserta asesorisnya, GPS, internet, dst. Peralatan ini akhirnya sering menjadi barang pajangan atau dialihfungsikan oleh karena adanya ketidakmengertian atau kekurangpahaman akan sistem informasi yang dibangun. Sangatlah mahal peralatan sistem informasi dan komunikasi tersebut. dalam aspek ini yang perlu menjadi perhatian kita adalah: apakah sistem cukup mudah dipelajari, dipergunakan, ramah pengguna (user friendly), apakah membantu meringkankan pekerjaan?. Bila hal-hal tersebut tidak diperhatikan, sangatlah riskan terjadi kegagalan sistem informasi. Sangat sayang kalau ini terjadi, padahal kita berjuang mati-matian untuk mendapatkan anggaran untuk pengadaan alat sistem informasi tersebut.
Mudah-mudahan tulisan ini mengingatkan untuk diri saya pada khususnya, juga bagi yang lain mungkin.

18 September 2008

Dijual Adenium Bonggol Unik


Dijual bunga adenium bonggol unik seperti orang bertapa, siapa cepat dapat, harga Rp 8 juta rupiah. berminat: Hubungi kami Bpk. Adib Perumnas Biluy 75 Kandangan Kalsel 71281 Telp. 0517 23905/HP 081351532283. Buruan !!!....